Kenapa Kesehatan Gigi Hewan Sering Terlupakan?
Banyak pemilik anjing dan kucing fokus pada makan, vaksin, dan grooming — tapi lupa mengecek gigi. Padahal, karang gigi (kalkulus) terbentuk jauh lebih cepat pada hewan dibanding manusia, karena mereka tidak bisa menyikat gigi sendiri secara rutin [VERIFIKASI SUMBER: kecepatan pembentukan kalkulus pada hewan vs manusia].
Penyakit periodontal disebut-sebut memengaruhi lebih dari 60% populasi hewan dewasa [ Wiggs RB, Lobprise HB, Periodontology]. Masalahnya, hewan punya insting menyembunyikan rasa sakit, jadi pemilik sering baru sadar saat kondisi sudah parah.
6 Tanda Hewan Peliharaan Anda Perlu Dental Scaling
1. Bau Mulut yang Menyengat (Halitosis)
Ini tanda paling umum dan paling sering dianggap “wajar”. Padahal bau mulut yang kuat biasanya menandakan penumpukan bakteri di sekitar gusi.
2. Perubahan Warna Gigi
Gigi sehat berwarna putih bersih. Jika mulai terlihat kuning atau kecoklatan, itu tanda plak dan karang gigi sudah menumpuk.
3. Gusi Merah, Bengkak, atau Mundur
Gusi yang sehat berwarna merah muda pucat. Gusi yang memerah, bengkak, atau tampak “mundur” dari gigi bisa jadi tanda gingivitis atau periodontitis.
4. Nafsu Makan Menurun atau Susah Mengunyah
Hewan yang kesakitan saat mengunyah sering menghindari makanan keras, makan lebih lambat, atau kunyah hanya di satu sisi mulut.
5. Gigi Goyang, Patah, atau Copot
Ini tanda kondisi sudah cukup lanjut dan butuh penanganan dokter hewan segera — bukan sekadar scaling, tapi kemungkinan juga ekstraksi.
6. Hipersalivasi (Air Liur Berlebih)
Produksi air liur berlebihan bisa jadi respons tubuh terhadap rasa nyeri atau iritasi di rongga mulut.
Kenapa Tidak Boleh Ditunda?
Karang gigi yang dibiarkan menumpuk bisa berkembang jadi periodontitis — radang jaringan penyangga gigi yang bisa menyebabkan gigi tanggal, nyeri kronis, bahkan berisiko menyebarkan bakteri ke aliran darah dan memengaruhi organ seperti jantung, ginjal, dan hati [VERIFIKASI SUMBER: klaim penyebaran bakteri ke organ vital — wajib dicek ke drh. Coco sebelum publish, jangan tayang tanpa konfirmasi medis].
Proses kerusakan tulang rahang akibat periodontitis lanjut bersifat permanen dan tidak bisa diperbaiki — karena itu deteksi dini jauh lebih baik daripada menunggu kondisi parah.
Bagaimana Proses Dental Scaling Dilakukan?
- Pemeriksaan fisik — memastikan hewan cukup sehat untuk menjalani anestesi
- Anestesi — agar hewan tenang dan tidak kesakitan selama proses
- Scaling ultrasonik — membersihkan karang gigi di atas dan di bawah garis gusi
- Polishing — menghaluskan permukaan gigi agar plak tidak mudah menempel kembali
- Evaluasi akhir — dokter mengecek apakah ada gigi yang perlu ekstraksi
Seberapa Sering Hewan Perlu Dental Scaling?
Idealnya, pemeriksaan kesehatan gigi dilakukan minimal setahun sekali sebagai bagian dari check-up rutin. Tapi segera bawa ke klinik lebih cepat jika muncul tanda-tanda di atas — jangan tunggu jadwal check-up tahunan jika gejala sudah terlihat.
Butuh pemeriksaan gigi untuk kucing atau anjing kesayangan Anda? Tim dokter hewan Coco Klinik Hewan siap membantu di cabang Munjul, Cibubur, dan Tapos. [Booking konsultasi sekarang →]
FAQ Seputar Dental Scaling
1. Apakah dental scaling aman untuk hewan tua?
Umumnya aman dengan pemeriksaan pra-anestesi yang tepat, tapi keputusan akhir tetap tergantung kondisi kesehatan masing-masing hewan.
2. Berapa lama proses dental scaling berlangsung?
Proses dental scaling umumnya berlangsung sekitar 60 menit – 120 menit, tergantung dari banyaknya kotoran yang ada di gigi hewan
3. Apakah setelah scaling gigi hewan butuh perawatan khusus?
Ya betul, silahkan datang ke klinik hewan kami untuk mendapatkan panduang lengkapnya oleh dokter hewan
4. Berapa kisaran biaya dental scaling di Coco Klinik Hewan ?
Biaya dental scaling kucing mulai dari 350 ribuan, dan untuk dental scaling anjing mulai dari 600 ribuan
